Wednesday, January 28, 2015

Artikel_Kabar NTT


METING DOENG BEACH, PESONA PANTAI UJUNG KOTA

Oleh: Anselmus Atasoge

 

Tak ada destinasi wisata pantai di kota Larantuka yang paling menghangatkan jiwa selain pantai Meting Doeng Beach. Terletak di Kelurahan Weri, ujung Kota Larantuka, Meting Doeng Beach menghadirkan pesona pantai pasir putih dengan laut hijau kebiruan dengan sejuta biota laut.

Keindahan Meting Doeng Beach menarik hati seniman dan musisi lokal untuk menjadikannya sebagai latar sejumlah video klip mereka. Cisil Ina Gelekat Record yang bermarkas di Sarotari Larantuka sering mengabadikan klip-klipnya dengan berlatar Meting Doeng Beach. Menurut Paul Goran, orang muda yang empunya CIG Record, Meting Doeng Beach memiliki pesona tersendiri yang patut dieksplorasi. “Meting Doeng itu indah dan memberi banyak inspirasi bagi kami”, katanya.

Puluhan album karya CIG Record menjadikan Meting Doeng Beach sebagai latar klipnya. Beberapa di antaranya yakni “Anjelina” (2001), “Muka Doi” (2007), “Nona Masih Kece” (2009),  “Ake Tutu Ata” (2011),  “Ina Gehi” (2011) dan “Ama Nadun” (2014). Kini, CIG Record sedang merilis album gado-gado “Dolo-Dolo” yang sebagian besar lokasi shoting klipnya di Meting Doeng Beach.

 

Meting Doeng pun memiliki sejuta kekayaan di dasar lautnya. Valens da Silva, seorang nelayan yang selalu memancing di Pantai Meting Doeng mengakui Meting Doeng ‘mengandung’ komoditas laut yang bernilai jual tinggi. “Saya selalu menangkap ikan di Pantai Meting Doeng. Banyak ikan dasar yang telah saya tangkap,” katanya.

Meski kini tidak terawat baik, pantai yang jadi tempat pilihan rekreasi kebanyakan warga kota Larantuka dan sekitarnya ini tetap menjadi tempat wisata yang masih diminati.  Menjadi bagian dari Laut Flores, Meting Doeng Beach punya pesona yang belum ‘dijamah’ Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur. Dia masih sungguh alami, belum terjamah ‘tangan-tangan indah’ untuk mengolahnya jadi ‘surganya kota Larantuka’.

Meting Doeng Beach telah hadirkan dirinya sebagai bagian dari kehidupan warga Kota Larantuka. Dia telah ‘memberi kehidupan’ bagi para nelayan. Keindahan pantainya pun telah menyegarkan tubuh yang penat ketika mentari membakar tubuh. Tanggung jawab untuk memperindah dan mempercantiknya hingga menjadi sumber kehidupan dan layak jadi destinasi wisata baik dari dalam kota Larantuka maupun dari luar kota adalah tanggung jawab Pemerintah Flores Timur dan warga kota Larantuka.

No comments:

Post a Comment