ADORASI
EKARISTI ABADI DI MUSEUM MGR. GABRIEL MANEK, SVD
Oleh:
Anselmus Atasoge
Tidak lengkap bagi para wisawatan rohani yang datang
ke Larantuka kalau belum menyempatkan diri untuk berkunjung ke Museum Mgr.
Gabriel Manek, SVD yang terletak di Biara Pusat Puteri Reinha Rosari (PRR)
Larantuka, samping Gereja San Juan Lebao di Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao.
Di museum ini, para suster konggregasi Puteri Reinha
Rosari mensemayamkan “jenasah utuh” pendiri konggregasinya, uskup pertama
Keuskupan Larantuka Mgr. Gabriel Manek, SVD. Jenasah Mgr. Gabriel dipindahkan
dari pekuburan di Techny, IL, Amerika Serikat, 10 April 2007 ke tengah
Kongregasi yang didirikannya di Larantuka, Kongregasi Puteri Reinha Rosari.
Selain jenasah utuh Mgr. Gabriel Manek, SVD, di museum ini pun disemayamkan
kerangka tubuh co-pendiri konggregasi PRR, Sr. Anfrida, SSpS.
Semenjak 29 Juli 2014, di museum ini pun ditahtakan Sakramen
Mahakudus. Umat Katolik Dekenat Larantuka secara bergilir setiap hari selama 24
jam datang berdoa dan menyembah Tuhan di tempat ini. Inilah sebuah ‘ibadah’
yang dalam tradisi Gereja Katolik disebut dengan nama ‘Adorasi Ekaristi Abadi’.
Di Keuskupan Larantuka, ‘Adorasi Ekaristi Abadi’
diperkenalkan oleh Pastor Hugh Thomas, CsSR dari Australia. Pastor Tom
mengisahkan bahwa perjuangannya untuk memperkenalkan Adorasi Ekaristi Abadi
merupakan bagian dari persembahan seluruh imamatnya kepada Bunda Maria, Ibunda
Yesus. “Bunda Marialah yang mendorong saya untuk jalan ke mana-mana!”, kata
pastor yang pada Juli 2015 genap 50 tahun usia imamatnya.
Ada banyak
tempat wisata rohani di Larantuka. Sebut saja yang sudah mendunia yakni Kapela Tuan Ma dan Kapela Tuan Ana. Yang terakhir yang sedang didirikan adalah Bukit Fatima
di San Dominggo. Sekiranya Adorasi Ekaristi Abadi dan Wisata Rohani di Larantuka tidak sekedar
sebuah ungkapan dari sense of religious
manusia-manusia beriman melainkan lebih dari itu merupakan sebuah jalan untuk
untuk memperindah cermin kehidupannya
sebab imago animi vultus est, indices
oculi (wajah menjadi cermin hati, sementara mata memperlihatkan apa yang
ada di dalamnya).
No comments:
Post a Comment